Selasa, 08 November 2016

Tantangan dalam Dunia Bisnis Fashion

Pada kesempatan sebelumnya kita sudah membahas mengenai tantangan dalam memulai dan mejalankan bisnis kuliner. Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas kembali tantangan bisnis sebuah bidang usaha yaitu bidang Fashion.

Bisnis Fashion sudah dijadikan oleh banyak kalngan menjadi investasi yang menjanjikan untuk masa depan. Sebut saja seperti orang-orang yang mempunyai popularitas tinggi seperti artis yang sudah berpikir untuk merambat menjajal bakat bisnis demi masa depan bila kelak popularitas sudah redup.

Dunia mode yang menjadi  bagian hidup orang-orang tenar tentu menjadi modal untuk memulai bisnis ini. Selain paham akan mode, mereka juga kemungkinan besar sudah memiliki modal besar. Namun anggapan tersebut sangatlah salah, siapapun bisa berpeluang dan berpotensi dalam mengembangkan bisnis fashion. Selain itu mengingat juga bahwa fashion (pakaian) merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, oleh karena itu semua orang akan membutuhkannya

Setiap usaha akan memiliki tantangannya sendiri, termasuk juga untuk bisnis di bidang fashion.


1. Terlalu Kreatif akan menjadi bumerang
Menjadi kreatif adalah anugerah, namun kadang bagi orang yang terlalu kreatif hingga sulit menentukan pilihan itu justru akan berdampak buruk bagi kita sendiri. Begitu juga dalam dunia mode, artinya ukuran dalam keberhasilan sebuah bisnis tidak hanya dilihat dari banyaknya kreatifitas yang dituangkan dalam usaha tetapi juga dlihat dari kesanggupan ide baru yang mampu bertahan di pasar atau tidak. Ketika sebuah inovasi tidak begitu dominan ketika dia masuk ke dalam pasar, bisa jadi hal itu disebabkan karena inovasi tersebut kalah bersaing dengan barang yang sudah bertahan kuat di pasar. Oleh karena itu, ada kalanya dalam bisnis fashion kiat tidak terlalu sering dalam mengembangkan kreatifitas.


2. Takut kalah saing dengan yang lebih murah
Salah satu dilema bagi pelaku bisnis di bidang fashion adalah takut kalah dalam persaingan usaha dengan pesaing yang mengusung harga miring. Poin penting yang perlu dicatat adalah pelaku dalam bisnis fashion harus mempunyai ciri khas tersendiri pada produknya. Jika kita memasuki dunia persaingan dengan komposisi harga yang tinggi tetapi didukung oleh kekhasan produk, kualitas produk maupun kreatifitas produk, akan sangat mampu diunggulkan dalam persaingan. Justru disitulah letak kemampuan kita dalam bersaing di dunia bisnis fashion.


3. Sulit menarik peminat
Mungkin saja poin ini merupakan kelanjutan tantangan dari poin sebelumnya. Pada era saat ini, sudah banyak ditemui strategi pemasaran yang sudah dikembangkan oleh berbagai teori. Salah satu strategi pemasaran yang saat ini sudah sangat menjelma menjadi alat dalam menjalankan usaha adalah media sosial. Media sosial menjadi vital dalam menjalankan kegiatan bisnis, karena mempunyai kelebihan yang sangat membantu pelaku bisnis dalam menyebarluaskan informasi mengenai usaha yang dilakukan. Jika strategi pemasaran berupa media sosial dikaitkan dengan bisnis fashion, maka yang diharapkan adalah konsumen mampu menerima gambaran produk yang ditawarkan. Mengingat juga bahwa pada era sekarang bisnis fashion seakan-akan sudah melekat denga media sosial sebagai strategi pemasarannya, maka hal ini bisa dianggap merupakan kewajiban yang harus dilakukan dalam menjalankan bisnis fashion.



Sesulit apapun dalam menjawab tantangan dalam berbisnis, jika tetap memiliki prinsip yang kompeten dalam menjalankannya, maka tidak mustahil baginya tantangan tersebut mampu dilewati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar