Kamis, 29 September 2016

Beberapa Manfaat Media Sosial dalam Pengembangan Usaha

Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai apa saja manfaat dari media sosial dalam pengembangan wirausaha. Seperti yang sudah seakan menjadi tren pada saat ini, wirausaha sangat mempunyai kaitan yang sangat erat dengan media sosial. Mungkin bagi sebagian orang yang sudah terdahulu melakukan wirausaha hal ini cukup memberikan kontribusi yang lebih dalam pemasaran produk atau jasa yang diperjualbelikan, tetapi pada era saat ini dua hal yang berkaitan tersebut bisa saja menjadi bahan untuk inovasi kedepan.


Meskipun terbilang kita harus bersaing dalam memasarkan produk atau jasa yang diperjualbelikan, media sosial tetap berperan sangat penting dalam mengembangkan usaha yang sedang dijalankan. Nah berikut ini adalah beberapa manfaat media sosial untuk wirausaha :


Brand Awareness
Brand Awareness adalah kemampuan sebuah produk atau jasa yang bisa mengarahkan secara langsung merek pada kategori tertentu. Contoh : ketika kita ingin membeli sebuah produk makanan cepat saji, maka merek yang langsung terlintas adalah Pizza Hut, McDonald, dan lain-lain. Dalam pelaksanaannya Brand Awareness bisa dibilang adalah yang sulit untuk dicapai, karena salah satu hambatannya adalah masyarakat akan lebih memilih produk yang sudah terdahulu dipasarkan dan dipercaya. Tetapi pada dasarnya, media sosial adalah salah satu cara agar dikenal oleh masyarakat luas.


Dekat degan Konsumen
Media sosial menjadi peran penting dalam mendekatkan hubungan antara pelaku usaha dengan konsumen. Hal ini penting karena sebelum adanya tren wirausaha dengan media sosial, sangat sulit untuk menjalin hubungan yang harmonis antara pelaku usaha dengan konsumen, atau bisa hanya dilaksanakan pada saat tertentu saja. Tetapi dengan media sosial, jalinan komunikasi antara pelaku usaha dan konsumen sangat mudah.


Sebagai Media Promosi
Media sosial sangat menjadi tren dalam berwirausaha juga disebabkan karena mudahnya pelaku usaha dalam mepromosikan produk atau jasa yang diperjualbelikan. Jika dikaitkan kembali dengan hal promosi, media sosial juga sangat mudah dalam memperluas jangkauan promosi produk yang diperjualbelikan. Dengan media sosial, kita bisa saja memasarkan produk kita sampai ke luar negeri. Tentunya dengan teknis promosi yang terkesan bagus dan dapat menarik minat konsumen.


Riset Pasar
Peran media sosial juga menting untuk menggali informasi dari para konsumen dan calon konsumen. Riset pasar ini bisa diartikan sebagai alat untuk polling atau survey terhadap produk yang ditawarkan apakah konsumen sudah sadar dan mengetahui akan produk yang diperjualbelikan. Selain iu juga dapat menggali informasi siapa-siapa saja yang menjadi pesaing dalam melakukan usaha.






Berikut itu tadi adalah beberapa manfaat dari media sosial dalam mengembangkan usaha. Dalam berwirausaha bisa saja kita dihadapkan pada persoalan salah satunya para pesaing-pesaing usaha, namun dengan kegigihan yang kuat maka tidak ada hal yang tidak mungkin jika kita ingin mengembangkan usaha yang lebih baik.

Senin, 26 September 2016

Tumbuhkan Minat Wirausaha Mahasiswa

Saat ini, kewirausahaan menjadi mulai berkembang sangat pesat. Berbagai kalangan berusaha untuk mengembangkan potensi dengan berwirausaha agar dapat meraih keuntungan. Mahasiswa pun tidak ingin tertinggal mencurahkan kreativitasnya dengan berwirausaha.

Banyak pihak yang memberi perhatian, mulai dari kalangan pengusaha, perbankan, hingga pendidik, membuat kewirausahaan menjadi semacam gerakan yang populer. Bahkan sejak tahun 2009 pemerintah meluncurkan program Mahasiswa Wirausaha yang mendorong munculnya wirausaha-wirausaha muda.

Mengapa pemerinah turut andil dalam hal ini ? Karena hal ini merupakan salah satu cara untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Semakin banyak wirausaha tangguh tercipta, penganggur terdidik semakin berkurang jumlahnya.

Oleh karena itu, hal ini juga merupakan tantangan bagi kaum mahasiswa yang ingin berperan dalam memajukan perekonomian di tanah air. Tidak hanya membuat lapangan kerja baru, tetapi juga orientasi dalam pencapaian materi, serta membentuk pribadi yang tangguh dalam menghadapi permasalahan ekonomi.


Sejauh ini sudah banyak sekali jumlah minat wirausaha muda khususnya mahasiswa yang tentunya sudah menjalankan kegiatan wirausaha. Minat yang besar tersebut patut diapresiasi, namun sejauh mana mahasiswa wirausaha mampu mengahadapi permasalahan yang ada ? Entrepreneur adalah seseorang yang berani mengambil resiko, mampu mencium adanya peluang bisnis, mampu mendayagunakan
sumber daya secara efektif dan efisien dan efisien untuk memperoleh profit (Serjan Wijatno : 2009)

Dari penjelasan tersebut kita dapat menyaring kata-kata kunci seperti berani, resiko, inovatif, dan kreatif. Kata kunci lain yang tidak bisa dipisahkan adalah totalitas dan konsistensi. Pasalnya, dua hal inilah yang paling penting menentukan terus berlanjutnya eksistensi sebagai entrepreneur  diantara proses jatuh dan bangunnya sebuah usaha.

Untuk pengembangan minat wirausaha khususnya mahasiswa saat ini bisnis kuliner adalah salah satu usaha yang paing banyak diminati. Usaha yang menjual produk makanan atau minuman ini memang sangat mempunyai potensi untuk dikembangkan. Inovasinya dapat dilakukan dari bahan baku, rasa, bentuk atau tampilan, kemasan, dan teknik penjualan.

Selanjutnya adalah bisnis fashion. Sebagian besar dari minat wirausaha mahasiswa ingin menjual pakaian dan aksesoris fashion, sementara itu terdapat juga jasa pemesanan clothing dan desain fashion. Usaha yang menuntut kreativitas ini memang sedang populer.

Semangat dan cita-cita kewirausahaan harus tetap ditangguhkan. Yang terpenting adalah persiapan mental pelaku wirausaha. Menjadi wirausaha tidak berhenti ketika usaha yang sudah berkembang dan profit maksimum yang tercapai saja, tetapi inovasi harus terus dilakukan karena hal tersebut merupakan prinsip kewirausahaan. Dalam proses inilah kembali dibutuhkan totalitas dan konsisten.

Sabtu, 17 September 2016

Profit dalam Kewirausahaan Sosial

Seorang wirausahawan sosial berbeda dengan seorang wirausahawan bisnis, karena social entrepreneur bukan hanya untuk mendapatkan suatu keuntungan tetapi juga merubah masyarakat menjadi lebih baik. Jadi yang terpenting adalah faktor sosial sangat memperhatikan dampak apa yang akan terjadi bukan hanya maksimalisasi profit. Profit hanya sarana untuk mencapai tujuan bagi para wirausahawan sosial. Namun, pada seorang wirausaha bisnis yang selalu dituntut oleh pasar untuk menghasilkan seberapa besar nilai tambah yang mereak peroleh dari hasil usaha sebagai ukuran keberhasilan.



Tak banyak bisnis yang dijalankan pengusaha memiliki orientasi sosial dan pengembangan masyarakat. Bisnis lebih cenderung untuk meningkatkan keuntungan finansial daripada memikirkan pengembangan komunitas ataupun masyarakat.


Tetapi kondisi tersebut tidak mutlak. Ada pihak-pihak yang menjalankan kegiatan wirausaha sosial. Kegiatan ini adalah sebuah usaha bisnis yang mempunyai orientasi lain selain maksimum profit, yaitu pengembangan masyarakat dan komunitas. Tentunya tanpa meyampingkan keutungan finansial yang bisa diperoleh.


Program Manager British Council Fajar Anugrah pada saat konferensi pers Community Entrepreneurs Challenge menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak pelaku wirausaha sosial. Hanya saja wirausaha tersebut tidak memiliki akses yang cukup, sehingga tak banyak khalayak yang mengetahui akan hal tersebut.


Aksi dari wirausaha sosial justru akan mengembangkan masyarakat dengan lebih optimal, dan tak menutup kemungkinan untuk bisa memberikan pemasukan bagi negara. Tetapi banyak juga pihak-pihak yang tidak sadar mereka sedang melakukan wirausaha sosial, sehingga wirausaha sosial belum bisa berkembang dengan optimal.


Keuntungan dari wirausaha sosial tidak hanya dilihat dari profit semata, tetapi juga dari pelestarian budaya, pelestarian lingkungan, dan lagi-lagi pemberdayaan masyarakat itu sendiri.


Secara sosial-ekonomi, kegiatan wirausaha sosial dapat meningkatkan kesempatan kerja di masyarakat. Hal ini dikarenakan semangat wirausaha yang menjadi basisnya, semangat untuk menciptakan lapangan pekerjaan, daripada mencari kerja. Orientasi social entrepreneur yang lebih diarahkan pada golongan kelas bawah dapat memberikan suatu alternatif untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih layak.



Selasa, 13 September 2016

Kewirausahaan Sosial dan Salah Satu Upaya Pemerintah

Kewirausahaan Sosial atau Social Entrepreneurship merupakan sebuah istilah turunan dari kewirausahaan. Orang yang bergerak di bidang kewirausahaan sosial disebut sebagai Social Entrepreneur.

Kewirausahaan sosial dinilai sebagai solusi dalam upaa mempercepat penurunan angkapengangguran dan kemiskinan. Hal ini tidak lain karena kewirausahaan sosial menawarkan kelebihan manfaat dari sekedar menciptakan lapagan kerja. Kewirausahaan sosial memiliki kebermanfaatan yang luas karena wirausahawan bukan hanya berhadapan kepada karyawan yang menjadi mitra kerta tetapi juga masyarakat luas.

Kewirausahaan sosial menitikberatkan usahanya sejak awal dengan melibatkan masyarakat luas dengan memberdayakan masyarakat kurang mampu secara finansial maupun keterampilan untuk secara bersama-sama menggerakan usahanya agar menghasilkan keuntungan, dan kemudian hasil keuntungannya dikembalikan kembali ke masyarakat untuk meningkatkan pendapatannya. Melalui lapangan kerja, tetapi juga menciptakan multiplier effect untuk menggerakan roda perekonomian, dan menciptakan kesejahteraan sosial.


Salah satu upaya pada praktek :

Kementerian Koperasi dan UKM Berinisiatif Membangun Wirausaha Sosial Berbasis Teknologi Informasi

Kementerian Koperasi dan UKM berupaya mencetak wirausaha sosial berbasis teknologi informasi (TI) agar berdampak luas bagi masyarakat.

Prakoso BS (Menteri Koperasi dan UKM) menjelaskan bahwa perlu ada suatu program yang berdampak pada penyelesaian masalah sosial yang ada, dan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah sosial tersebut adalah kewirausahaan sosial, khususnya wirausaha sosial yang berbasis teknologi informasi.

Kementerian Koperasi dan UKM juga menilai wirausaha sosial potensial mampu mengambil peranan besar dalam mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Wirausaha sosial cenderung melihat masalah sebagai peluang untuk membentuk sebuah model bisnis baru yang bermanfaat bagi masyarakat. Hasil yang dicapai bukan keuntungan materi semata atau kepuasan pelanggan, tetai lebih pada bagaimana gagasan yang diajukan oleh wirausaha sosial dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, dan memecahkan masalah sosia dengan teknologi.

Upaya tersebut diharapkan berguna untuk menjembatani komunikasi dengan pemerintah selaku pembuat kebijakan guna penumbuhkembangan wirausaha sosial.